PONTIANAK — Data BMKG Kalimantan Barat untuk 25 September 2026 mencatat 631 titik panas (hotspot) tersebar di sejumlah kabupaten/kota di provinsi tersebut. Dari total itu, 600 titik diklasifikasikan memiliki tingkat kepercayaan menengah, 20 titik memiliki tingkat kepercayaan tinggi, dan 11 titik tergolong kepercayaan rendah. Kabupaten Ketapang menjadi konsentrasi tertinggi dengan 567 titik panas, di antaranya 540 berkategori kepercayaan menengah, 18 tinggi, dan 9 rendah.

Selain Ketapang, daerah lain yang terpantau memiliki hotspot adalah Sintang sebanyak 36 titik (34 menengah, 1 rendah, 1 tinggi); Sekadau 11 titik; Sanggau 6 titik; Kayong Utara 6 titik; Kapuas Hulu 3 titik; serta Sambas dan Landak masing-masing 1 titik. Mempawah, Bengkayang, Melawi, Kubu Raya, Pontianak, dan Singkawang tercatat nihil hotspot dalam data yang sama.

BMKG Kalimantan Barat menjelaskan deteksi hotspot dilakukan melalui sensor VIIRS dan MODIS pada satelit polar, termasuk NOAA-20, S-NPP, Terra, dan Aqua. BMKG juga mengingatkan bahwa keberadaan hotspot hasil deteksi satelit bukan otomatis bukti terjadinya kebakaran hutan dan lahan; deteksi perlu ditindaklanjuti dengan pengecekan di lapangan. Kondisi seperti tutupan awan atau area blank zone dapat menyebabkan titik panas tidak terdeteksi oleh satelit.

Dengan tingginya jumlah titik panas, terutama di Ketapang, BMKG mengimbau peningkatan pemantauan dan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah yang memiliki konsentrasi hotspot tinggi. Sumber data: BMKG Kalimantan Barat/Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio, data 25 September 2026. ONE SOURCE ONLY.